Pelatihan Tahap Dasar di GMI Kota Pengembangan Medan, Berastagi

Pelatihan Khotbah Langham Tahap Dasar kembali hadir di wilayah Sumatra, kali ini diselenggarakan di GMI Kota Pengembangan Medan, Berastagi, pada 9–11 Juni 2026. Sebanyak 50 peserta mengikuti pelatihan ini, yang terdiri dari para pendeta, serta Bishop dan Sekjen GMI yang turut mengikuti seluruh rangkaian pelatihan hingga selesai. Pelatihan dipandu oleh Pdt. Rosmalia Barus, Pdt. Sonny Emmanuel, Pdt. Tenangukur Barus, Pdt. Nopalianta Ketaren, dan Pdt. Martha Ginting. Dalam ibadah pembukaan, Bishop GMI menyampaikan prinsip Wesley mengenai khotbah, termasuk konsep dalam dokumen Methodist tentang berkhotbah. Menariknya, prinsip-prinsip tersebut memiliki keselarasan dengan metode Langham. Hal ini menjadi jawaban atas kekhawatiran awal mengenai apakah metode Langham akan berjalan di luar prinsip yang diwariskan John Wesley.

Pelatihan berlangsung dengan penuh semangat meskipun waktu yang tersedia cukup terbatas. Setiap sesi harus disampaikan secara efektif karena pada hari terakhir pelatihan hanya dapat berlangsung selama setengah hari, mengingat adanya kegiatan Sinode Tahunan GMI. Kondisi ini membuat waktu untuk latihan dan interaksi menjadi lebih singkat. Namun, keterbatasan waktu tidak mengurangi antusiasme peserta. Seluruh peserta mengikuti setiap sesi dengan aktif dan disiplin. Dukungan dari para pelatih Langham di wilayah Sumatra juga menjadi bagian penting dalam membantu peserta memahami setiap materi yang disampaikan dengan baik. Kebersamaan dan semangat belajar yang terbangun menjadi kekuatan tersendiri sepanjang pelatihan.

Sebagai tindak lanjut, Kelompok Pengkhotbah (KP) akan dibentuk dengan menyesuaikan situasi dan dinamika pelayanan yang ada di GMI. Selain itu, muncul rencana untuk kembali menyelenggarakan pelatihan serupa dengan cakupan peserta yang lebih luas, tidak hanya bagi para pendeta, tetapi juga bagi Guru Injil dan Pengkhotbah Awam. Kiranya langkah ini menjadi awal dari gerakan yang semakin luas dalam memperlengkapi para pelayan firman, sehingga semakin banyak pengkhotbah dapat bertumbuh untuk menyampaikan firman Tuhan dengan Setia, Jelas, dan Relevan, serta menghadirkan berkat bagi gereja dan umat Tuhan demi kemuliaan nama-Nya.