Peluncuran dua buku karya John Stott dan Greg Scharf berlangsung pada Sabtu, 1 Agustus 2026, secara hybrid dari GKI Bogor Baru dan melalui Zoom. Acara yang berlangsung pukul 09.00–10.30 WIB ini diikuti oleh 84 peserta, terdiri dari 13 peserta yang hadir secara onsite dan 71 peserta secara online. Hadir dalam kegiatan ini para anggota KP yang aktif dari berbagai wilayah di Indonesia, Koordinator Wilayah, serta Pengurus YLKP. Dua buku yang diluncurkan adalah Tantangan Dalam Berkhotbah (karya John Stott & Greg Scharf) dengan Bapak Victor Nikijuluw sebagai pengulas dan Khotbah yang Relasional (karya Greg Scharf) dengan Bapak Haskarlianus Pasang sebagai pengulas. Acara dipandu oleh Ibu Pdt. The Paw Liang sebagai moderator dan dibuka oleh Bapak Rilus Kinseng selaku Ketua Pengurus Harian YLKP.



Overview buku Tantangan Dalam Berkhotbah disampaikan dengan jelas dan menarik oleh Bapak Victor Nikijuluw. Dalam pemaparannya, beliau merangkum lima tantangan yang dihadapi para pengkhotbah, salah satunya adalah perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang kini mampu menghasilkan sebuah khotbah hanya dalam hitungan detik, mulai dari pengantar, latar belakang, poin-poin khotbah, aplikasi, hingga penutup. Perkembangan ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pengkhotbah untuk tetap mempersiapkan dan menyampaikan khotbah dengan sungguh-sungguh, bukan sekadar mengandalkan teknologi. Setelah sesi overview selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh Ibu Pdt. The Paw Liang, sehingga peserta dapat menggali lebih dalam berbagai tantangan dalam berkhotbah dan bagaimana menyikapinya dengan bijaksana di tengah perkembangan zaman.



Buku kedua yang diperkenalkan adalah Khotbah yang Relasional karya Greg Scharf, dengan overview yang disampaikan oleh Bapak Haskarlianus Pasang. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan salah satu bagan penting dalam buku mengenai bagaimana membangun khotbah yang relasional. Seorang pengkhotbah tidak seharusnya menempatkan dirinya sebagai pusat atau berada “di depan”, melainkan hadir sebagai pelayan yang menempatkan dirinya “di belakang”, sehingga firman Tuhan tetap menjadi pusat pemberitaan. Pengkhotbah juga diajak membangun relasi timbal balik dengan firman Allah dan jemaat yang dilayaninya. Melalui penjelasan yang sederhana dan menarik, peserta diajak memahami bahwa berkhotbah bukan hanya tentang menyampaikan firman secara SEJEVAN—Setia, Jelas, dan Relevan, tetapi juga menghadirkan khotbah yang relasional, yang mampu membangun hubungan dan menyentuh kehidupan jemaat.



Setelah kedua sesi overview dan tanya jawab, Ibu Beatris Pangala secara resmi meluncurkan kedua buku tersebut, dan acara ditutup dalam doa oleh Bapak Pdt. Gordon Hutabarat. Peluncuran ini menjadi langkah awal untuk semakin memperkenalkan karya-karya literatur Langham Indonesia kepada para Sahabat Langham. Kedua buku tersebut direkomendasikan untuk dibaca sampai tuntas karena memberikan wawasan dan refleksi yang penting bagi para pengkhotbah, peserta pelatihan, maupun anggota KP. Ke depan, diharapkan diskusi-diskusi buku dapat terus dilakukan sehingga karya literatur Langham tidak hanya menjadi buku yang dimiliki, tetapi juga dibaca, direnungkan, dan diterapkan dalam pelayanan.


Kiranya melalui setiap karya literatur yang dihadirkan, semakin banyak pelayan Tuhan diperlengkapi untuk memahami firman, bertumbuh dalam kehidupan, dan memberitakan Kristus dengan setia, jelas, relevan, serta relasional, demi menjadi berkat bagi jemaat dan bagi kemuliaan nama Tuhan.

