Pelatihan Tahap PL-1 diselenggarakan secara onsite di PPWG Zentrum, Kabanjahe, pada 27–29 Mei 2026. Sebanyak 21 peserta yang seluruhnya merupakan pendeta mengikuti pelatihan ini dengan penuh semangat. Menariknya peserta pelatihan ini didominasi oleh peserta perempuan berjumlah 15 orang dan peserta pria berjumlah 6 orang. Pelatihan dipimpin oleh Pdt. Hendra Prasaja, Pdt. The Paw Liang, dan Pdt. Rosmalia Barus, serta didukung oleh Pdt. Nopalianta Ketaren, Pdt. Martha Ginting, dan Pdt. Sri Emita yang melayani sebagai panitia pelaksana.


Sepanjang pelatihan, suasana belajar berlangsung dengan hangat, antusias, dan penuh semangat untuk bertumbuh. Setiap sesi diikuti dengan kesungguhan, baik saat mendengarkan pengajaran, mengerjakan studi pribadi, maupun berdiskusi dalam kelompok. Para pelatih menyampaikan materi secara runtut dan mudah dipahami, sehingga peserta dapat mengikuti setiap proses pembelajaran dengan baik. Melalui pelatihan ini, para peserta semakin diteguhkan akan pentingnya menggali makna Alkitab secara bertanggung jawab sebelum menyampaikan firman Tuhan. Mereka menyadari bahwa khotbah yang baik lahir dari proses eksegesis yang setia kepada teks Alkitab, bukan dari pemikiran atau gagasan pribadi. Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa pelatihan ini tidak hanya memperkaya pemahamannya terhadap Alkitab, tetapi juga membantunya menyusun khotbah yang lebih jelas, relevan, dan berpusat pada pesan firman Tuhan. Dinamika dalam studi kelompok pun menjadi sarana belajar yang saling memperkaya, di mana setiap peserta dapat berbagi perspektif, berdiskusi, dan saling melengkapi dalam memahami teks Alkitab.



Di akhir pelatihan, seluruh peserta menyatakan komitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip yang telah dipelajari dalam pelayanan mereka. Mereka bertekad membiasakan diri melakukan studi Alkitab secara mendalam sebelum mempersiapkan khotbah dari Perjanjian Lama yang seringkali dianggap sulit, sehingga setiap pemberitaan firman yang disampaikan kepada jemaat dapat setia kepada teks dan tetap relevan bagi jemaat masa kini. Komitmen tersebut juga akan diwujudkan dengan membagikan pembelajaran yang mereka terima kepada para pertua dan diaken di gereja masing-masing. Kiranya benih-benih yang telah ditanam melalui pelatihan ini terus bertumbuh dan menghasilkan pelayanan pemberitaan firman yang SEJEVAN bagi kemuliaan Tuhan.